Senin, 17 Januari 2011

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA CAKUPAN AKSEPTOR BARU KELUARGA BERENCANA ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI PUSKESMAS

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perkembangan laju peningkatan penduduk di dunia dewasa ini tidak menggembirakan, demikian juga dalam masa yang akan datang tanpa adanya usaha-usaha pembangunan di segala bidang yang telah di laksanakan dengan maksimal tidaklah berfaedah. Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu usaha penanggulangan pertumbuhan penduduk. (Mochtar, 1998).
Indonesia menghadapi masalah dengan jumlah dan kuantitas sumber daya manusia dengan kelahiran 5.000.000 pertahun. Untuk dapat mengangkat derajat kehidupan bangsa telah dilaksanakan secara bersamaan pembangunan ekonomi dan Keluarga Berencana yang merupakan sisi masing-masing mata uang. Bila gerakan Keluarga Berencana tidak dilakukan bersamaan dengan pembangunan ekonomi,di khawatirkan hasil pembangunan tidak akan berarti (Manuaba, 1998).
Gerakan KB Nasional adalah gerakan masyarakat yang menghimpun dan mengajak segenap potensi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam melembagakan dan membudayakan NKKBS dalam rangka meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia. Hasil sensus penduduk 1990 menunjukkan bahwa gerakan KB Nasional telah berhasil merampungkan landasan pembentukan keluarga kecil, dalam rangka pelembagaan dan pembudayaan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) (Wiknjosastro, 1999).


Tujuan gerakan KB Nasional ialah mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera yang menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pertumbuhan penduduk Indonesia. Sasaran gerakan KB Nasional ialah :
1. Pasangan usia subur, dengan prioritas PUS muda dengan paritas rendah.
2. Generasi muda dan purna PUS
3. Pelaksana dan pengelola KB
4. wilayah dengan laju pertumbuhan penduduk tinggi dan wilayah khusus seperti sentra industri, pemukiman padat, daerah kumuh, daerah pantai dan daerah terpencil. (Prawirohardjo, 1999).

Sejak pelita pertama sampai sekarang upaya pembangunan relatif telah berhasil dalam upaya pengedalian laju pertumbuhan penduduk di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan penduduk di Indonesia dari tahun 1991 – 2000 rata-rata 1,27%, sementara laju pertumbuhan penduduk Lampung rata-rata 2% pertahun. Tingkat laju pertumbuhan penduduk tersebut menunjukkan trend menurun jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk Indonesia pada tahun 1981 – 1991 yaitu 1,97% dan di Lampung pada tahun yang sama yaitu 2,67% pertahun (Badan Pusat Statistik, 2000).
Berdasarkan hasil sementara sensus penduduk tahun 2002 jumlah penduduk Lampung bulan Desember 2002 tercatat sebesar 6.654.354 orang terdiri dari 3.411.366 orang laki-laki dan selebihnya yaitu 3.242.988 orang wanita (Badan Pusat Statistik Lampung, 2002).
Program Keluarga Berencana (KB) erat kaitannya dengan berbagai alat kontrasepsi, penggunaan alat kontrasepsi modern juga di tujukan untuk mengatur jarak kelahiran dan jumlah anak yang direncanakan. Ada beberapa alat kontrasepsi yang telah dipasarkan di masyarakat antara lain : Pil, Suntik, AKDR, Implant, Vasektomi dan Tubektomi.
Sesuai dengan hasil pra survey yang di dapat penulis, mengenai Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di Puskesmas ............... ............... yaitu akseptor baru KB dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2003 yang tertuang dalam data-data tabel di bawah ini.

Tabel 1. Data Akseptor baru KB Puskesmas ............... Tahun 2003
No Bulan Jenis Akseptor KB
IUD Implant Suntik Pil Kondom MOP MOW
1. Januari 1 - 30 41 4 - -
2. Pebruari - - 17 27 5 - -
3. Maret 1 - 28 24 3 - -
4. April - - 30 15 4 - -
5. Mei - - 16 14 2 - -
6. Juni 2 5 19 16 2 - -
7. Juli - - 17 11 2 - -
8. Agustus - - 14 10 - - -
9. September 1 - 16 6 - - -
10. Oktober - 2 6 2 - - -
11. Nopember - - 4 - - - -
12. Desember 1 - 6 2 1 - -
Jumlah 6 7 203 168 23 0 0
Sumber : Data KB Puskesmas ...............
Berdasarkan tabel di atas dari bulan Januari sampai bulan Desember 2003 terdapat 6 orang (1,47%) akseptor baru KB AKDR di Puskesmas ............... ................ Dari data tersebut di atas di ketahui jumlah akseptor KB baru tahun 2003 yaitu jumlah akseptor KB suntik 203 orang (49,88%), IUD 6 orang (1,47%), Pil 168 orang (41,28%), Implant 7 orang (1,72%), Kondom 23 orang (5,65%), MOP dan MOW tidak ada.

Tabel 2. Target / Sasaran Peserta KB Baru Puskesmas ............... Tahun 2003

No Pus-kesmas induk & Pustu Jml PUS Peserta aktif (yg ber KB) Sisa PUS (yg belum ber KB) JENIS KONTRASEPSI To-tal
IUD MOP MOW Implant suntik pil Kon-dom
1. Langkapura 1324 873 451 15 1 1 13 60 109 9 208
2. ............... 1500 948 516 27 1 1 16 75 101 3 224
3. Palang Besi 569 373 196 7 0 0 6 28 42 10 93
4. Raden Imba Kusuma 1500 926 574 19 0 0 27 113 99 5 263
5. Bukit ............... Permai 1565 965 600 10 0 0 12 119 142 5 288
Jumlah 6458 4121 2337 78 2 2 74 395 493 32 1076

Sumber : Puskesmas ................
Berdasarkan tabel diatas sasaran IUD Tahun 2003 adalah 78 orang sedangkan pencapaian KB IUD dari bulan Januari sampai dengan Desember 2003 hanya 6 orang (1,47%).
Berdasarkan laporan bulanan ternyata jumlah akseptor KB IUD lebih sedikit pemakaiannya dari akseptor KB afektif lainnya. Maka penulis berminat mengambil judul tentang “Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan Akseptor baru KB AKDR di Puskesmas ............... ................

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan pada Latar belakang, maka diperoleh rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu “Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi rendahnya cakupan akseptor baru KB AKDR di Puskesmas ............... ............... ?”.
C. Ruang Lingkup
Adapun yang menjadi ruang lingkup dari penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan akseptor baru KB AKDR di Puskesmas ............... ............... adalah :
1. Jenis Penelitian Deskriptif
2. Objek Penelitian
Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan akseptor baru KB AKDR di Puskesmas ...............
3. Subjek Penelitian
Adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang belum ber KB di Wilayah Puskesmas ...............
4. Lokasi Penelitian
Adalah di Puskesmas Pembantu ……………….
5. Waktu Penelitian
Penelitian ini penulis laksanakan pada tanggal ……………

D. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Di ketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan akseptor baru KB AKDR di Puskesmas ............... ...............
2. Tujuan Khusus
a. Diketahuinya gambaran apakah kesadaran mempengaruhi rendahnya cakupan akseptor baru KB AKDR di Puskesmas ...............
b. Diketahuinya gambaran apakah faktor dukungan suami mempengaruhi rendahnya cakupan akseptor baru KB AKDR di Puskesmas ...............
c. Diketahuinya gambaran apakah faktor paritas mempengaruhi rendahnya cakupan akseptor baru KB AKDR di Puskesmas ...............
d. Diketahuinya gambaran apakah faktor tingkat pendidikan mempengaruhi rendahnya cakupan akseptor baru KB AKDR di Puskesmas ...............

E. Manfaat Penelitian
1. Bagi Puskesmas
Sebagai sumbangan pemikiran dalam program KB khususnya wilayah Puskesmas ............... ................
2. Bagi Peneliti
Menambah wawasan pengetahuan peneliti dalam hal Keluarga Berencana, khususnya Metode Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dan merupakan syarat memenuhi penyelesaian studi di Politeknik Kesehatan …………..
3. Bagi Institusi Pendidikan (Poltekese Prodi Kebidanan ……..)
Untuk dapat dijadikan bahan tambahan bagi penelitian selanjutnya.
4. Bagi Subyek Penelitian
Sebagai informasi dalam memilih alat kontrasepsi khususnya AKDR

0 komentar:

Poskan Komentar

Delete this element to display blogger navbar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls